Mini Pie Susu ini aku buat untuk teman-teman ayah di Bank Mandiri Jln Pemuda Semarang.
Kata teman-teman ayah sekantor, pie susunya enak. Begitu juga yang di rumah customer sejatiku Daffa, Adek dan Lolly doyan banget dengan pie susu buatan mamanya. Mereka bilang "kayak yang di Bali ya Ma " hihihihihi jadi tambah bangga aja nih ^_^
Rabu, 16 Oktober 2013
Pie Susu for Ibu Yogi
Pie susu ini adalah pesanan keluarga Ibu Yogi. Waktu itu aku sempat bikin pie susu untuk dibawa ke kantor suamiku, kebetulan aku bikinnya lebih, jadi aku antar ke rumah Ibu Yogi.
Nggak sampai sehari, Ibu Yogi langsung bbm aku dan bilang kalo pie susunya enak banget dan kemudian beliau pesan untuk keluarganya.
Terima kasih buat Ibu Yogi dan keluarga yang sudah pesan pie susu dari dapur aneila. ^_^
Nggak sampai sehari, Ibu Yogi langsung bbm aku dan bilang kalo pie susunya enak banget dan kemudian beliau pesan untuk keluarganya.
Terima kasih buat Ibu Yogi dan keluarga yang sudah pesan pie susu dari dapur aneila. ^_^
Kurma Chocolates
Lebaran kemarin aku sempat membuat orderan Kurma Coklat. Kurma Coklat ini ada dua varian yaitu Kurma Coklat isi Keju dan Kurma Coklat isi Kacang Mete.
Yang order Kurma Coklat ini nggak hanya untuk wilayah Semarang saja lho, tetapi juga wilayah Magelang dan Purworejo.
Cheese Stick
Rindu dengan yang satu ini, banyak sekali kenangan tentang yang satu ini. Suka dukanya, jatuh bangunnya merintis usaha ini, semua ada di Cheese Stick Aneila.
Ini merupakan usaha rumahan pertama kali yang aku jalani selama tinggal di Jakarta. Tepatnya di Jalan Cendrawasih rt 5 rw 1 Pesanggrahan Bintaro.
Alhamdulillah banyak sekali pencinta cheese stick yang sudah order Cheese Stick Aneila ini. Tidak hanya orang Jakarta saja kosumen pencinta Cheese Stick Aneila ini. Tetapi sudah sampai ke luar Pulau jawa yaitu Kalimantan Tengah dan NTB.
Kenangan manis tentang Aneila Cheese Stick masih tetap tersimpan, belum tau kapan akan memulai usaha ini lagi di kota yang baru ini. Di Kota Semarang ini, Aneila Cheese Stick belum bisa diproduksi kembali karena beberapa kendala. Terutama kendala mengenai tenaga pembantu dalam proses pembuatannya.
Tidak lupa aku ucapkan terima kasih untuk semua pelanggan Aneila Cheese Stick untuk Tante Lili (Jak-Pus) yang selalu memesan Aneila Cheese Stick dan selalu menjadi motivator aku; para karyawan Plaza Mandiri Jak-Sel khususnya Lt 24 (Ajengvita,Mbak Dewi,Lia,Iwa,Eko,Pak Agus Salim,dll) ; Mbak Betty dkk di Tangerang; Mbak Heni di Bogor; Kel.Eko Ugroseno di Jak-Utara; Mbak Yuli dkk di Kendal; Sulistina di Ciputat; Asri Wibisono yang telah menjadi reseller Purwakarta; Winda reseller Tangerang.
Ini merupakan usaha rumahan pertama kali yang aku jalani selama tinggal di Jakarta. Tepatnya di Jalan Cendrawasih rt 5 rw 1 Pesanggrahan Bintaro.
Alhamdulillah banyak sekali pencinta cheese stick yang sudah order Cheese Stick Aneila ini. Tidak hanya orang Jakarta saja kosumen pencinta Cheese Stick Aneila ini. Tetapi sudah sampai ke luar Pulau jawa yaitu Kalimantan Tengah dan NTB.
Kenangan manis tentang Aneila Cheese Stick masih tetap tersimpan, belum tau kapan akan memulai usaha ini lagi di kota yang baru ini. Di Kota Semarang ini, Aneila Cheese Stick belum bisa diproduksi kembali karena beberapa kendala. Terutama kendala mengenai tenaga pembantu dalam proses pembuatannya.
Tidak lupa aku ucapkan terima kasih untuk semua pelanggan Aneila Cheese Stick untuk Tante Lili (Jak-Pus) yang selalu memesan Aneila Cheese Stick dan selalu menjadi motivator aku; para karyawan Plaza Mandiri Jak-Sel khususnya Lt 24 (Ajengvita,Mbak Dewi,Lia,Iwa,Eko,Pak Agus Salim,dll) ; Mbak Betty dkk di Tangerang; Mbak Heni di Bogor; Kel.Eko Ugroseno di Jak-Utara; Mbak Yuli dkk di Kendal; Sulistina di Ciputat; Asri Wibisono yang telah menjadi reseller Purwakarta; Winda reseller Tangerang.
Sate Kambing Mentega
Sate,,,,sate,,,,sate hihihi mentang-mentang Hari Raya Idul Adha terus postingannya sate kambing. Iya mumpung ada daging kambing nggak afdol rasanya kalo nggak bakar-bakar. Lumayan susah juga waktu mau bikin bakarannya, karena rumah kami ada di dalam cluster jadi gak ada warung dekat rumah, stok minyak tanah juga gak punya. Persiapannya cuma arang dan korek api (tutup muka), gimana bisa nyala kalo minyak tanah aja gak ada, terpaksa harus keluar dari cluster untuk menmburu si minyak tanah. Untung saja di kampung dekat perumahan ada warung yang jual minyak tanah, meskipun harganya relatif mahal, tapi tak apalah yang penting bisa nyate hehehehehehe
Bahan
425 gram daging kambing , cuci bersih dan tiriskan
tusuk sate siap pakai
3 lembar daun pepaya
1 sdm mentega/margarin
Kecap manis secukupnya
Haluskan:
3 siung bawang putih
1 sdt ketumbar
5 butir lada
1 sdt garam
Sambal Kecap:
3 siung bawang merah, potong dadu kecil
8 buah cabe rawit merah, potong kecil
Kecap manis secukupnya
Pelengkap:
Tomat
Ketimun
Cara
- Potong-potong dadu daging kambing kambing yang sudah dicuci bersih 2x2cm
- Campur bumbu halus dengan mentega/margarin lalu lumuri daging dengan bumbu halus+mentega tadi.
- Tusuk dengan tusukan sate, setiap tusuk isi 5 potong daging kambing, lakukan hingga daging habis.
- Lalu bungkus dengan daun pepaya dan diamkan 1 malam dalam kulkas.
- Setelah didiamkan semalam, keluarkan lalu diamkan sebentar kurleb 1 jam kemudian bakar diatas bara api.
- Setengah matang, lalu olesi dengan kecap manis dan bakar lagi hingga matang.
Bakar-bakarnya gak perlu pakai kipas-kipas, capek bisa pegel nih tangan. Aku pakai kipas angin untuk membuat agar si arang menjadi bara api dan daging kambing matang sempurna. Terutama untuk efisiensi waktu dan tenaga. hehehehehe (ketaun deh malas nya)
Bahan
425 gram daging kambing , cuci bersih dan tiriskan
tusuk sate siap pakai
3 lembar daun pepaya
1 sdm mentega/margarin
Kecap manis secukupnya
Haluskan:
3 siung bawang putih
1 sdt ketumbar
5 butir lada
1 sdt garam
Sambal Kecap:
3 siung bawang merah, potong dadu kecil
8 buah cabe rawit merah, potong kecil
Kecap manis secukupnya
Pelengkap:
Tomat
Ketimun
Cara
- Potong-potong dadu daging kambing kambing yang sudah dicuci bersih 2x2cm
- Campur bumbu halus dengan mentega/margarin lalu lumuri daging dengan bumbu halus+mentega tadi.
- Tusuk dengan tusukan sate, setiap tusuk isi 5 potong daging kambing, lakukan hingga daging habis.
- Lalu bungkus dengan daun pepaya dan diamkan 1 malam dalam kulkas.
- Setelah didiamkan semalam, keluarkan lalu diamkan sebentar kurleb 1 jam kemudian bakar diatas bara api.
- Setengah matang, lalu olesi dengan kecap manis dan bakar lagi hingga matang.
Bakar-bakarnya gak perlu pakai kipas-kipas, capek bisa pegel nih tangan. Aku pakai kipas angin untuk membuat agar si arang menjadi bara api dan daging kambing matang sempurna. Terutama untuk efisiensi waktu dan tenaga. hehehehehe (ketaun deh malas nya)
Minggu, 06 Oktober 2013
Donat Kabocha (Donat Labu Jepang)
Donat lageeeeee,,,,,,emang ini salah satu makanan cemilan favorit keluarga aku, terutama anak-anak. Mereka paling seneng kalo mamanya lagi bikin donat, ada bagian favorit anak-anak lho kalo setiap sedang buat donat (udah kayak adegan sinetron aja hehehehe). Anak- anak paling seneng kalo lagi tiba saatnya proses banting membanting, katanya "serem mama kalo lagi banting donat" Lha kok banting donat dek? Hadweh,,,,bukan donat dek, tapi adonan (tutup muka deh mamanya) ^_^.
Kali ini aku bikin donat kabocha (labu jepang). Sudah lama senenernya aku persiapkan si kabocha ini di rumah. Niat awal tadinya mau aku pakai untuk bikin kue lumpur, tapi rasa malas masih menguasai hihihihihi. Sampai akhirnya waktu pagi hari langsung semangat pingin bikin donat aja. Ditambah dapat dukungan dari anak-anak, jadi tambah semangat dech, gak perlu pakai sarapan dulu langsung siapin tenaga buat banting-banting adonan.
Kalo nggak punya/nggak ada kabocha, bisa diganti dengan labu kuning/labu parang yang biasa dijual di tukang sayur langganan.
Note: Agar donat tetap empuk hingga berhari-hari, simpan donat dalam wadah dan tutup rapat.
Kali ini aku bikin donat kabocha (labu jepang). Sudah lama senenernya aku persiapkan si kabocha ini di rumah. Niat awal tadinya mau aku pakai untuk bikin kue lumpur, tapi rasa malas masih menguasai hihihihihi. Sampai akhirnya waktu pagi hari langsung semangat pingin bikin donat aja. Ditambah dapat dukungan dari anak-anak, jadi tambah semangat dech, gak perlu pakai sarapan dulu langsung siapin tenaga buat banting-banting adonan.
Kalo nggak punya/nggak ada kabocha, bisa diganti dengan labu kuning/labu parang yang biasa dijual di tukang sayur langganan.
Labu ini teksturnya sangat lembut jika sudah dikukus. Dan juga kandungan airnya lebih banyak dibandingkan dengan kentang. Untuk itu kali ini aku hanya memakai sedikit sekali air. Berbeda jika kita membuat donat kentang yang memerlukan air dalam jumlah cc, kalo donat kabocha ini aku hanya memakai air dalam jumlah persendok makan. Karena jika terlalu banyak memakai air, adonan akan sangat lembek. Karena dalam kabicha/labu kkuning/labu parang sudah banyak kandungan airnya.
Bahan
300 gram tepung terigu protein tinggi (aku pakai tepung cakra)
75 gram gula halus (yang tidak suka manis bisa dikurangi karena kabochanya sudah manis)
3 sdm air
150 gram kabocha/labu kuning/labu parang , kukus dan haluskan (aku blender)
1/2 bks fermipan
25 gram susu bubuk FC
50 gram margarin
2 butir telur
Topping
- Ice sugar
Cara
- Campur 250 gram tepung terigu, gula halu, dan fermipan.
- Masukkan telur lalu uleni agar tercampur rata.
- Masukkan air lalu uleni kembali sampai benar-benar ragi larut dan tercampur rata.
- Masukkan kabocha yang sudah di haluskan, uleni kembali lalu masukkan margarin dan uleni sampai semua adonan tercampur rata.
- Adonan masih sangat lembek, masukkan sisa tepung terigu, kemudian diuleni dan sering-sering dibanting, sampai benar-benar kalis dan adonan elastis.
- Lalu cetak dan goreng dengan api kecil sedang hingga kuning keemasan.
- Setelah dingin taaburi dengan ice sugar.
Lihat, donatnya cantik sekali. warna kuning itu asli dari warna kabocha lho. Kalo untuk aku pribadi, aku lebih suka dengan donat kabocha. Selain warna donat yang dihasilkan, tekstur donatnya juga lebih lembut dibanding donat kentang. Jadi donat yang dihasilkan lebih empuk dan lebih lembut tentunya ^_^
Yuuuuummmmyyyyyyy,,,,,,,,,donat kabocha siap dinikamati disaat weekend bersama keluarga. Kalo kita sekeluarga lebih suka dengan donat yang di taburi ice sugar dibanding dengan donat yang di beri topping DCC leleh. Jadi pas banget sambil nonton tv dan minum teh weekendpun terasa nikmat. :D
Note: Agar donat tetap empuk hingga berhari-hari, simpan donat dalam wadah dan tutup rapat.
Jumat, 04 Oktober 2013
BRONKETEM (Brownies Ketan Hitam)
Postingannya lumayan telat,,,,, bronketem ini aku buat sekitar 3 minggu yang lalu. Waktu itu aku buat untuk menjamu saudaraku yang hendak main ke rumah. Terus terang rasanya puas banget bisa bikin bronketem ini yang resepnya aku kutip dari dapurnya Bunda Ricke. (matur suwun bunda resepnya). Di Semarang yang namanya brownies itu sudah sangat buanyak hehehehehe saking banyaknya karna emang tempatnya brownies. Hanya saja aku belum nemuin brownies yang lain daripada yang lain, kalo di Bandung mungkin sudah banyak ya, selain brownies coklat.
Ini dia si hitam yang legit di mulut,,,^_^
Bahan
250 gram tepung ketan hitam
20 gram coklat bubuk
200 gram gula pasiran
6 butir telur
200 gram minyak sayur (ditimbang yaaa)
100 gram DCC cincang
1 sdt Emulsifier
1 sdt esence vanila
2 sdm susu kental manis
miesis secukupnya
Cara
- Panaskan panci pengukus (dandang) yang tutupnya dibungkus dengan kain bersih (serbet bersih).
- Siapkan loyang persegi panjang / loyang brownies yang sudah diolesi margarin tipis-tipis dan alasnya dilapisi kertas roti.
- Campur tepung ketan hitam dengan coklat bubuk, lalu ayak.
- Lelehkan DCC dengan minyak goreng lalu sisihkan
- Mixer dengan kecepatan tinggi, gula pasir, telur, emulsifier, hingga pucat mengembang dan kental.
- Masukkan susu kental manis, esence vanilla, lalu turunkan kecepatan mixer. Kemudian masukkan tepung ketan hitam. Hingga tercampur rata. Matikan mixer.
- Masukkan DCC yang sudah dilelehkan tadi bersama dengan minyak goreng, lalu aduk balik hingga adonan tercampur rata dan homogen.
- Masukkan 1/2 bagian adonan, lalu kukus selama 5 - 10 menit, kemudian keluarkan dari dandang lalu taburi dengan meisis coklat hingga merata. Kemudian tuang kembali di atasnya sisa adonan tadi, dan kukus selama 20 menit atau sampai matang.
Ini dia si hitam yang legit di mulut,,,^_^
Bahan
250 gram tepung ketan hitam
20 gram coklat bubuk
200 gram gula pasiran
6 butir telur
200 gram minyak sayur (ditimbang yaaa)
100 gram DCC cincang
1 sdt Emulsifier
1 sdt esence vanila
2 sdm susu kental manis
miesis secukupnya
Cara
- Panaskan panci pengukus (dandang) yang tutupnya dibungkus dengan kain bersih (serbet bersih).
- Siapkan loyang persegi panjang / loyang brownies yang sudah diolesi margarin tipis-tipis dan alasnya dilapisi kertas roti.
- Campur tepung ketan hitam dengan coklat bubuk, lalu ayak.
- Lelehkan DCC dengan minyak goreng lalu sisihkan
- Mixer dengan kecepatan tinggi, gula pasir, telur, emulsifier, hingga pucat mengembang dan kental.
- Masukkan susu kental manis, esence vanilla, lalu turunkan kecepatan mixer. Kemudian masukkan tepung ketan hitam. Hingga tercampur rata. Matikan mixer.
- Masukkan DCC yang sudah dilelehkan tadi bersama dengan minyak goreng, lalu aduk balik hingga adonan tercampur rata dan homogen.
- Masukkan 1/2 bagian adonan, lalu kukus selama 5 - 10 menit, kemudian keluarkan dari dandang lalu taburi dengan meisis coklat hingga merata. Kemudian tuang kembali di atasnya sisa adonan tadi, dan kukus selama 20 menit atau sampai matang.
So yuuummmmyyyyy,,,,, brownies ketan hitam siap dinikmati. Dan saudaraku seneng banget lho sama bronketem ini.
Jujur kalo aku gemes dengan tampilan filling meisisnya, jadi bronketemnya terlihat 2 layer :D.
Dan yang gak kalah gemesnya, tekstur ketan hitamnya,,,hhhhmmmm sampai suash diungkapin karena saking enaknya hehehehehehehe
Penasaran??? Monggo di coba resepnya ^_^
Sosis Solo
Sosis solo,,,,akhirnya kesampaian juga bikin sosis solo yang sempat jadi primadona di tahun 93/94an. Tapi jangan salah, meskipun sempat menjadi primadona, tetapi sampai sekarang si sosis solo ini masih eksis lho di toko ataupun tempat yang berjualan kue, khususnya kue-kue tradisional.
Sosis solo ini termasuk salah satu makanan favoritku,,,dan kini menjadi salah satu menu favorit teman nge-teh keluargaku ^_^
Sosis solo ini termasuk salah satu makanan favoritku,,,dan kini menjadi salah satu menu favorit teman nge-teh keluargaku ^_^
Bahan
Kulit
200 gram tepung terigu serba guna
300 cc air
4 butir telur
1/2 sdt garam halus
1/2 sdt gula pasir
3 sdm minyak goreng
minyak goreng untuk menggoreng
cara
- campur semua bahan menjadi satu, aduk menggunakan wisker atau spatula hingga tercampur rata dan adonan licin.
- masukkan minyak goreng, aduk kembali. Lalu cetak menggunakan cetakan dadar. Lakukan hinggga adonan habis. Sisihkan.
Isian
250 gram ayam fillet
3 siung bawang putih
1/4 sdt lada
garam secukupnya
gula pasir secukupnya
50 cc air rebusan ayam fillet
2 lembar daun salam
Cara
- rebus ayam hingga empuk, lalu cincang halus. sisihkan air sisa rebusan tadi.
- haluskan bawang putih dan lada, lalu tumis hingga layu. Masukan ayam fillet cincang, gula pasir, garam, daun salam aduk hingga bumbu tercampur rata.
- masukkan sisa air rebusan tadi,masak hingga kering.
Penyelesaian
- ambil 1 lembaran kulit, beri isian daging ayam lalu gulung. Lem pakai sedikit larutan tepung terigu. Lakukan hingga adonan habis.
- Goreng dengan api sedang hingga kuning kecoklatan.
Langganan:
Postingan (Atom)
















